Showing posts with label tanaman mentimun. Show all posts
Showing posts with label tanaman mentimun. Show all posts

Saturday, November 16, 2013

Budidaya Mentimun yang baik

Mentimum atau Timun merupakan suatau tanaman yang menjalar atau juga merambat yang hidup dalam semusim. Nama latin dari mentimum Cucumis sativus L kalau dalam bahasa inggris tanaman ini bernama Cucumber kalau jepang bernama Kyuuri sedangkan untuk di Indonesia terdapat banyak nama untuk mentimum : sebagian daerah di  Sumatera Selatan bernama Lepang, Sunda Bonteng, Madura Temon atau antemon, Jawa Timun, Bali Ketimu atau antimun, Lampung Hantimun, sedangan Aceh bernama Timon.


persemaian timun
1. Cara Persemaian
Bibit mentimun dijadikan kecambah terlebih dahulu dengan cara disemaikan di dalam campuran merang, setelah menjadi kecambah dimasukan di dalam polibag ukuran 4 cm x 7 cm, untuk media polibag ini usahakan dari kompos yang di campur TSP secukupnya lakukan penyiraman 1 atau 2 kali sehari pagi dan sore yang air juga secukupnya serta jangan lupa lakukan penyemprotan dengan fungisida atau insektisida agar untuk menahan penyakit dan hama yang merusak semaian mentimun. Pindahkan bibit apabila sudah berdaun 2 atau 3 daun yang sempurna, bisa juga di hitung dengan  hari yaitu kisaran 10 sampai 15 hari.

pengolahan lahan
2. Pengolahan lahan untuk mentimun
Lakukan pencangkulan dan penggaruan tanah menjadi gembur serta buat bedengan tanah. Jarak antar bedengan tanah minimal 50 cm atau bisa disesuaikan dengan kondisi lahan. Akan tetapi sangat disarankan setidaknya besar bedengan 1 m dan panjangnya disesuaikan. Untuk didalam bedengan tanah ditambahankan pupuk kandang dan pupuk ZA, KCL, TSP secukupnya, bisa juga menggunakan pupuk NPK. Sebaiknya langsung buat lanjaranan agar nantinya pada saat pemindahan dari persemaian tidak merusak akar bibit kecambah mentimun yang sudah dipindahakan.

menyiram bedengan
3. Pemindahan tanam dari persemaian
Sebelum pemindahan tanaman mentimun dari persemaian  siram terlebih dahulu tanah yang telah dibuat bedengan, ini dimaksudkan untuk menjaga kondisi kelembaban tanah yang seimbang dengan persemaian dan penyesuaian suhu tanah dari tempat persemaian awal agar tidak mati.

pemeliharaan timun
4. Pemeliharaan
Pada tahap ini mencakup penyiraman setiap hari secara rutin karena mentimun sangat membutuhkan air yang cukup banyak karena buah yang akan di hasilkan lebih dominan tinggi kadar air serta untuk mendapatkan hasil yang cukup baik. Bersihkan gulma pengganggu yang akan membuat pertumbuhan mentimun menjadi kerdil.

pemupukan
5. Pemupukan
Lakukan pemupukan secara rutin agar mendapatkan hasil yang baik di kemudian hari

penyeleksian timun
6. Penyeleksian dan pengikatan
Lakukan pemipilan tunas hal ini untuk merangsang tunas baru yang lebih banyak. Sedangkan fungsi dari pengikatan dimaksudkan agar mentimum menjalar ke lanjaran yang sudah dibuat bukan menjalar ketanah.
penyemprotan

7. Penyemprotan
Lakukan penyemprotan secara berkala ini memungkinkan untuk menahan dan membasmi hama penyakit yang mungkin datang terutama pada kondisi musim kemarau atau pada musin penghujan.

pemanenan mentimun
8. Pemanenan Mentimun
Pemanenan buah mentimun dilakukan apabila buah sudah besar dan masih muda kalau untuk dijadikan sayuran atau lalap. Pada umumnya pada masa ini harga mentimun tinggi. Lakukan pemanenan secara berkala sampai masa berbuah mentimun habis, akan tetapi kalau pemanenan untuk bibit, dilakukan pada saat buah sudah kuning itu artinya timun sudah masak. Setelah dipanen dari batang keluarkan biji mentimun dari buahnya peram selama satu malam pada keesokan harinya bersihkan dari kotoran lalu keringkan di tempat yang teduh agar kadar air dari pencucian menjadi sedikit. Setelah itu jemur bibit dipanas matahari sampai menjadi kering. Akan tetapi jangan lupa pada saat matahari sangat terik pada kisaran jam 11.00 sampai dengan 13.00 diangkat terlebih dahulu hal ini untuk menjaga kualitas dari bibit menjadi baik dan tingkat tumbuh bibit tetap tinggi.

Sunday, September 29, 2013

Tips seputar Mentimun

mentimun
Beberapa tips yang harus diperhatikan tentang mentimun
  1. Pilih mentimun yang tidak lembek, berwarna hijau cerah hingga hijau gelap. Jangan pilih mentimun berwarna kuning, lembek, kulitnya keriput, dan terdapat lapisan lilin. Sebaiknya pilih mentimun organik.
  2. Agar mentimun tidak pahit setelah dikupas, potong kedua bagian ujung ketimun, kemudian gosok memutar hingga keluar getah berwarna putih, lalu cuci dengan air mengalir.
  3. Mentimun sangat sensitif terhadap panas, jangan menyimpan mentimun pada suhu kamar atau terkena paparan sinar matahari langsung karena akan membuat mentimun layu. Simpan dalam kulkas agar awet selama seminggu. Namun jika ingin mendapatkan kualitas rasa dan kesegaran maksimal, konsumsi mentimun minimal 1-2 hari setelah dibeli.
  4. Bila terdapat sisa mentimun yang sudah terlanjur dikupas dan dipotong, kemas dalam plastik pembungkus. Kemudian simpan dalam wadah kedap agar mentimun tetap segar dan tidak mengalami kekeringan (kehilangan air) jika disimpan dalam kulkas akan awet selama satu hari.

Tuesday, April 16, 2013

JENIS DAN VARIETAS MENTIMUN

Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.; suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan baik dalam kondisi segar ataupun diolah lebih lanjut. Selain untuk bahan makanan, mentimum juga banyak digunakan sebagai bahan baku pada industri kecantikan. Produksi mentimun di Indonesia masih sangat rendah padahal potensinya masih bisa ditingkatkan. Dengan kemampuan adaptasi pada berbagai iklim yang baik, tanaman ini mudah dibudidayakan. Daya serap pasar juga tidak diragukan lagi, hal ini menjadikan peluang usaha untuk budidaya mentimun masih terbuka lebar.
varietas timun
Manfaat lain yang diperoleh dari buah mentimun adalah, biji mentimun memiliki racun alkaloid jenis kipoxanti untuk mengobati anak-anak yang menderita cacingan. Selain itu digunakan untuk mengobati penyakit disentri. Kandungan yang terdapat pada mentimun antara lain 0,65% protein, 0,1% lemak dan karbohidrat sebanyak 2,2%, kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, B1, B2 dan C. Habitus mentimun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim; setelah berbunga dan berbuah tanaman mati. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hermafrodit (banci). Bunga pertama yang dihasilkan, biasanya pada usai 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik. Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik.

Jenis mentimun

Jenis mentimun dikelompokkan menjadi 2 golongan, yaitu mentimun yang pada buahnya terdapat bintik-bintik di bagian pangkalnya dan mentimun yang buahnya halus (tidak berbintik-bintik). Mentimun yang berbintik-bintik dibedakan 3 macam, yaitu mentimun biasa, watong, dan wuku. Mentimun biasa ditandai dengan penampilan kulit buah yang tipis, lunak dan pada saat buah muda berwarna hijau keputih-putihan tetapi setelah tua berwarna kuning tua. Mentimun yang buahnya tidak berbintik-bintink atau krei, dibedakan 2 macam yaitu mentimum krei dan mentimun suri. Mentimun krei buahnya besar dan cita rasanya seperti mentimun biasa sedangkan mentimun suri ukuran buahnya besar sekali, bentuknya lonjong, rasanya manis renyah dan umumnya dipanen buah tua (masak) untuk bahan pencampur minuman.

Di Indonesia mentimun banyak sekali namanya, satu sama lain berbeda-beda diantaranya disebut timon (Aceh), mentimun (Melayu), Laiseu (Nias), ancimun (Batak) Hantimun (Lampung), bonteng (Sunda), temon atau antemon (Madura), Kaitimun atau timun (Jawa), timun (Halmahera) katimun atau antimun (Bali), okatimun (Timor), linud (Minahasa), dan timu (Flores).

Varietas Mentimun

Varietas mentimun yang berkembang diberbagai negara mulai mengarah ke mentimun lainnya.. Beberapa contoh varietas mentimun yaitu :
(a) Mayapada F-1; mentimun varietas ini memiliki bentuk buah meruncing dan warna buah hijau muda sampai sedang. Mentimun varietas ini memiliki ukuran panjang 16,0-16,5 cm dan diameter 3,0-3,5cm. Bobot per buah sekitar 120-130 gram. Toleran terhadap penyakit downy mildew dan antraknosa. Varietas ini mulai bisa dipanen ketika tanaman berumur 32 HST. Potensi produksi 50-60 ton/ha. 
(b) Panda; Vigor tanaman baik, cabang samping produktif. Buah berbentuk lonjong dan berwarna hijau muda. Buahnya berukuran panjang 17-18 cm dan diameter 3,5-4cm. Bobot per buah sekitas 120-150 gram. Toleran terhadap penyakit downy mildew dan antraknosa. Mentimun sudah bisa dipanen ketika tanaman berumur 33 HST. Potensi Produksi 40-50 ton/ha, dan 
(c) Venus; Cabang samping produktif. Bentuk buah langsing dengan bagian pangkal bulat. Daging buah manis, sehingga cocok untuk lalap. Buahnya berukuran panjang 15-16cm dan diameter 3,5-4,0 cm. Bobot per buah sekitar 120-130 gram. Toleran terhadap penyakit antraknosa dan rebah batang. Sudah bisa dipanen pada saat tanaman berumur 32 HST. Potensi produksi 50-60 ton/Ha.

Syarat tumbuh

1. Iklim yang cocok untuk tanaman mentimun yaitu (a)Ketinggian tempat : 1 - 1.000 m di atas permukaan laut (b) Curah hujan tahunan : 800 - 1.000 mm/tahun. (c) bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 5 bulan - 7 bulan (d) Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 4 bulan - 6 bulan (e) Suhu udara : 170 c - 230 C (f) Kelembaban : sedang - Penyinaran : sedang - tinggi.
2. Tanah. (a) Tekstur : lempung (b) Drainase : baik (c) Kedalaman air tanah : 50 cm - 200 cm dari permukaan tanah (d) kedalaman perakaran : di atas 15 cm dari permukaan tanah (e) Kemasan (pH) : 5,5-6,8, (f) Kesuburan : tinggi.